5,Kebutuhan Gizi Pada Lansia

Banyak asupan zat gizi yang harus ditingkatkan agar lansia tetap sehat dan dapat beraktivitas dengan baik. Namun beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya asam lemak omega 3 (dapat diperoleh dari minyak ikan), perbanyak air putih, perhatikan konsumsi garam, perhatikan asupan vitamin D dan kalsium.

  • Kalori

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan metabolisme basal pada orang berusia lanjut akan menurun sekitar 15-20%, disebabkan karena berkurangnya massa otot dan aktivitas. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 30% lemak dan sisanya karbohidrat.

  • Protein

Pada lansia terjadi penurunan massa otot, namun ternyata kebutuhan tubuh akan protein tidak berkurang, bahkan harus ditingkatkan karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang, disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien. Beberapa penelitian merekomendasikan kebutuhan protein lansia ditingkatkan 12-14% dari kebutuhan untuk orang dewasa.

  • Lemak

Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% dari total kalori yang dibutuhkan. Konsumsi lemak yang terlalu tinggi (lebih dari 40%) dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

  • Karbohidrat dan Serat

Lansia tetap dianjurkan mengonsumsi serat. Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan dan biji-bijian utuh. Konsumsi suplemen serat tidak dianjurkan bagi lansia karena dikhawatirkan konsumsi serat yang terlalu banyak dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat.

Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks.

  • Vitamin dan Mineral

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya lansia kurang mengonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E. Kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.

Selain itu, beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:

  • Perhatikan asupan asam lemak omega 3

Minyak ikan mengandung asam lemak omega 3. Menurut AKG 2013, kebutuhan omega 3 lansia adalah sebesar 1,6 gram. Perlu diwaspadai jika minyak ikan dikonsumsi terlalu banyak (berlebihan/overdosis) maka dapat menurunkan kadar vitamin E di dalam tubuh manusia.

 

  • Perhatikan asupan garam setiap harinya

Kebanyakan lansia menderita hipertensi sehingga penting untuk memperhatikan asupan garam harian dan membatasi makanan yang asin.

  • Perbanyak asupan vitamin D dan kalsium

Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium dan pemeliharaan tulang. Selain itu, suplemen vitamin D dapat mengurangi kejadian patah tulang nonvertebral pada pria dan wanita lansia. Kombinasi kalsium dan vitamin D dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang serta mengurangi risiko pinggul dan patah tulang belakang. Kalsium dan vitamin D menjadi kebutuhan harian tertinggi pada wanita menopause dan laki-laki lanjut usia, yaitu 1500 mg kalsium dan 400-800 IU vitamin D. Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet dari matahari meningkatkan sintesis vitamin D3 (cholecalciferol) dalam kulit. Hal ini terjadi dalam waktu 15 menit setelah terpapar dari sinar matahari. Vitamin D juga dapat ditemukan dalam beberapa sumber makanan, termasuk susu, kuning telur, ikan laut, dan hati

  • Perhatikan asupan vitamin B

Memasuki usia diatas 50 tahun, akan terjadi perubahan dalam produksi asam lambung sehingga berdampak pada proses penyerapan vitamin B12.


6. KEBUTUHAN GIZI BAYI & BALITA

Kebutuhan Zat Gizi Bayi 0-6 bulan
Pemberian makanan pada anak hendaknya diperhatikan sejak masih bayi. Bayi yang baru lahir memerlukan perhatian khusus karena pencernaan mereka belum sempurna sehingga belum bias mencerna makanan dengan baik. Adapaun hal – hal yang perlu diperhatikan adalah:


  1. Bayi yang dilahirkan dengan kondisi normal sebaiknya diberikan ASI (Air Susu Ibu) ekslusif sebagai makanan pertamanya
  2. ASI Eksklusif artinya bayi tidak diberikan makanan lain selain asi selama 6 bulan dan pemberian asi sebaiknya dilanjutkanhingga anak berusia 2 tahun dengan makanan pendamping ASI
  3. Pemberian ASI mempunyai keunggulan yang bermanfaat baik bagi ibu maupun bayi

Kebutuhan Zat Gizi Anak Usia 6-24 Bulan

Usia ini sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak sehingga semua kebutuhan gizinya harus terpenuhi. Anak juga baru diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI). Zat gizi yang mereka perlukan adalah:
  1. Energi berfungsi untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Usia 1-6 bulan kebutuhan energy meningkat sesuai dengan berat badan (±112 kkal per kilogram berat badan). Sampai usia dua tahun, keperluan energy per kilogram berat badan menurun, ini berlangsung selama masa anak – anak. Kebutuhan energy pada usia 6-24 bulang adalah 950 kkal per hari.
  2. Protein berfungsi untuk membentuk sel – sel baru yang akan menunjang proses pertumbuhan seluruh organ tubuh, juga pertumbuhan, dan perkembangan otak anak. Kebutuhan protein pada usia 6-24 bulan adalah 20 gram.
  3. Lemak berperan penting dalam proses tumbuh kembang sel – sel saraf otak untuk kecerdasan anak. Lemak yang diperlukan adalah asam lemak esensial (asam linoleat/ omega 6, asam linoleat/ omega 3) dan asam lemak non esensial (asam oleat/ omega 9, EPA, DHA, AA)
  4. Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, menjaga kelembutan kulit dan pertumbuhan optimal anak.
  5. Vitamin C berfungsi untuk pembentukkan kolagen (tulang rawan), meningkatkan daya tahan tubuh dan penyerapan kalsium yang diperlukan untuk pembentukkan tulang dan gigi yang kuat.
  6. Iodium/ yodium berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh sehingga tidak mengalami hambatan seperti kretinisme/ kerdil, berperan dalam proses metabolism tubuh, mengubah karoten yang terdapat dalam makanan menjadi vitamin A.
  7. Kalsium penting dalam pembentukkan tulang dan gigi, kontraksi dalam otot, membantu penyerapan vitamin B12 (untuk mencegah anemia dan membantu membentuk sel darah merah).
  8. Zinc/ zat seng tersebar di semua sel, jaringan dan organ tubuh. Diperlukan untuk pertumbuhan, fungsi otak dan mempengaruhi respon tingkah laku dan emosi anak.
  9. Zat besi diperlukan untuk pertumbuhan fisik dan mempengaruhi penggunaan energi yang diperlukan tubuh, pembentukkan sel darah yang membantu proses penyebaran zat gizi serta oksigen ke seluruh organ tubuh.
  10. Asam folat sangat penting pada masa pertumbuhan anak, memproduksi sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang, berperan dalam pematangan sel darah merah dan mencegah anemia.

Usia 6-24 bulan pertumbuhan dan perkembangan fisik juga psikologis anak terjadi secara cepat. Makan makanan yang tidak bergizi seimbang dapat berakibat:

  • Menghambat dan mempengaruhi pertumbuhan anak
  • Mengganggu perkembangan kecerdasan, pertumbuhan fisik dan mentalnya

Kebutuhan Zat Gizi Balita Usia 2-5 Tahun

Di usia ini anak memasuki usia pra sekolah dan mempunyai risiko besar terkena gizi kurang. Pada usia ini anak tumbuh dan berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan zat gizi yang lebih banyak, sementara mereka mengalami penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuhnya masih rentan sehingga lebih mudah terkena infeksi dibandingkan anak dengan usia lebih tua. Zat gizi yang mereka perlukan adalah:
  1. Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energy bagi tubuh dan menunjang aktivitas anak yang mulai aktif bergerak. Mereka biasanya membutuhkan sebesar 1300 kkal per hari.
  2. Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki sel tubuh dan menghasilkan energy. Mereka membutuhkan protein sebesar 35 gram per hari
  3. Mineral dan vitamin yang penting pada makanan anak adalah iodium, kalsium, zinc, asam folat, asam folat, zat besi, vitamin A,B,C,D,E, dan K. Mineral dan vitamin ini berperan dalam perkembangan motorik, pertumbuhan, dan kecerdasan anak serta menjaga kondisi tubuh anak agar tetap sehat. Sementara pertumbuhan fisik tubuh sedikit melambat, karenanya anak perlu makan makanan yang memberikan asupan gizi yang mendukung pertumbuhan otaknya.

Balita yang makan makanan yang beragam dan seimbang nilai gizinya akan tumbuh sehat dan aktif. Agar kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi, anak perlu dibiasakan untuk makan makanan yang bergizi seimbang

Komentar